Rabu, 13 Juli 2016

Langkah pembuatan VM di Proxmox


Rabu,13 Juli 2016

selamat sore kawan.......
assalamuallaikum wr.wb

saya disini kali ini berbagi sedikit ilmu tentang pembuatan VM di Proxmox :

Langkah pembuatan VM di Proxmox :
1.langkah pertama buka Proxmox anda dulu
2.kemudian klik "Create VM"
3.jika sudah diklik maka akan muncul gambar seperti dibawah ini:


4. Ubah :


  •   Node   : isi nama proxmox anda
  •   VM ID : isi dengan Vlan ID anda
  •   Name  : isi nama anda pada saat pembuatan Vlan id
     Kemudian Next  
5. Setelah itu akan tampil menu pilihan OS, bagian ini akan diminta untuk memilih Sistem Operasi yang akan diinstall. Jika anda meggunakan SO Linux, pilih Linux 4.X/3.X/2.6 Kernel (I26) => Next.
 
6. Kemudian akan muncul menu CD/DVD. bagian ini anda akan diminta untuk memilih media boot. 

 7.lalu klik next
8. Pada menu ini kita akan menentukan besar harddisk, di menu disk size sesuaikan dengan harddisk anda masing-masing => next.


 
7. Di bagian ini kalian klik Next saja.

 
8. Bagian RAM, sesuaikan dengan RAM PC anda => Next.

 
9. Isi Vlan Tag ISO dengan Vlan ID anda=> Next.

 
10. Lalu akan muncul tampilan konfirmasi. Periksa apakah ada yang terlewat. jika sudah, klik Finish.


11. lalu klik finish,maka pembuatan VM sudah selesai 

 
 
 

Selasa, 12 Juli 2016

TOPOLOGI JARINGAN

Selasa,13 Juli 2016


Selamat sore sobat :)

Assaluallaikum wr.wb.
Teman-teman disini saya akan sharing sedikit tentang sebuah topologi jaringan.Nah teman-teman sendiri tahukah apa itu topologi jaringan...?disini saya menyajikan pengertian tentang topologi jaringan,macam-macam topologi beserta gambarnya.Dan untuk kali ini saya menemukan referensi belajar dari
http://pheebles.blogspot.co.id/2013/11/pengertian-topologi-jaringan-komputer.html

 
PENGERTIAN TOPOLOGI
Pengertian topologi jaringan komputer adalah suatu cara atau konsep untuk menghubungkan beberapa atau banyak komputer sekaligus menjadi suatu jaringan yang saling terkoneksi menggunakan alat kabel ataupun nirkabel,dimana penggunaan topologi jaringan didasarkan pada biaya, kecepatan akses data, ukuran maupun tingkat konektivitas yang akan mempengaruhi kualitas maupun efiensi suatu jaringan.

seperti yang kita ketahui ada bermacam macam topologi jaringan komputer yang banyak di gunakan saat ini antara lain adalah Topologi Bus, Topologi Ring, Topologi Star, Topologi Mesh,Topologi Tree dan masih banyak lagi lainnya

TOPOLOGI STAR
PENGERTIAN TOPOLOGI STAR
Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
TOPOLOGI BUS
PENGERTIAN TOPOLOGI BUS
Topologi bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.
TOPOLOGI RING
PENGERTIAN TOPOLOGI RING
Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.
TOPOLOGI TREE
PENGERTIAN TOPOLOGI TREE
Topologi Pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi star dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi star yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung atau backbone.
TOPOLOGI MESH
PENGERTIAN TOPOLOGI MESH
Topologi Mesh adalah suatu topologi yang memang didisain untuk memiliki tingkat restorasi dengan berbagai alternatif rute atau penjaluran yang biasanya disiapkan dengan dukungan perangkat lunak atau software. 
TOPOLOGI BROADCAST
PENGERTIAN TOPOLOGI BROADCAST
Secara sederhana dapat digambarkan yaitu suatu host yang mengirimkan data kepada seluruh host lain pada media jaringan.
TOPOLOGI PEER TO PEER





PENGERTIAN TOPOLOGI PEER TO PEER
Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer).





Dari referensi tersebut saya disini juga mencoba untuk membuat sebuah topologi jaringan,dan inilah topologi yang telah saya buat :



Inilah sedikit ilmu yang dapat saya bagikan atau sharingkan hari ini untuk sobat semua,dan semoga bermanfaat :)

 


Kamis, 30 Juni 2016

Installasi Proxmox di Linux

Installasi Proxmox di Linux

 Buat boottable Proxmox di USB, jika sudah masuk bios. Prioritaskan USB Boot dalam prioritas utama.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4Jc85VcS8QCyMiE9vOP7zeSrj7GfHFmSPbx5-kC3bSDQbGjdduVJBWW8WU6HV1Tf8DniWRsDVaPWtXIkQGevZaFp8Q2Ag9ch1WaFaV1ognxxAMN3_UFvQ8cezqZuuInc3TAXdcBDTG8dd/s1600/instalasi+proxmox+ve+2.3_001.png

Klik Agree di layar berikutnya untuk menyetujui lisensi GNU Affero GPL yang digunakan Proxmox VE.




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwO6H1ahWysfOgHT6FDv11ClRrfyw4rIEpzCheg8JArFHaXnpdWRz1p14x6-KkGVGtqAgEWorHosNar4xN8pP5zdloX9vDqPP-VyumItnBJhQy_kinESe611A_EQUODa9TcbPcZTUeqE69/s1600/instalasi+proxmox+ve+2.3_002.png

Perlu diperhatikan bahwa Proxmox VE akan menggunakan keseluruhan ruang kosong di harddisk yang menjadi target instalasi. Installer akan mendeteksi disk yang terpasang dan melakukan partisi serta format secara otomatis. Apabila sudah yakin tidak ada data penting di harddisk yang digunakan, klik Next.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmjrtjiyEnRFHlP-4-mcTYhN4xKs20dBhPz9qV-cxCNphLn67P_D3IV9OkaRGwGZkTV-j9DxLVF4sZrkz9ARR3dBd-rRV431YLwHsC5UzTC1xv1Vcs25KKdoF-JGY-mBQS6v499rE4JoQC/s1600/instalasi+proxmox+ve+2.3_003.png

Selanjutnya pilih negara, zona waktu, dan tata letak papan ketik yang kita gunakan.

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1Vbs2GCSVzbsh0ahQLtq8fmokBqgz24EH8Or19xXMKaDx71Tc3Gddc2ps7xXY6Rahidny0etUXiU-JqSIMLHzATrtAqNQLrMoFypNfiesUNZOWahmu8UXg2CFSdKeyTNqvMxOLJrNvHMM/s1600/instalasi+proxmox+ve+2.3_004.png

Tentukan password dan alamat email untuk user root. Usahakan untuk memilih password yang disusun oleh minimal enam karakter. Jika sudah, klik Next.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjO7v796FmqA7A-AB7AmpEG-F9oYnhX8_FKEnXsl19_YU10cQBQIsUDM5f4NMS2qV1xqQ4rw9N-bdCiQt-NcoCOnZS8ELW9aLZj_bQ5u3goM2sMU-TaSEj8E1Wavnm84NrMH2abaz4qE1EG/s1600/instalasi+proxmox+ve+2.3_005.png
Berikutnya lakukan pengaturan jaringan untuk komponen-komponen berikut:
  • hostname
  • IP address
  • netmask
  • default gateway
  • server DNS

Konfigurasi jaringan Proxmox 2.3

Proses instalasi akan berlangsung selama beberapa waktu. Tunggu hingga selesai.
 Proses instalasi Proxmox 2.3
Di akhir proses instalasi, kita dapat me-reboot PC server untuk masuk ke Proxmox VE 2.3 yang terpasang di harddisk.

Instalasi Proxmox 2.3 selesai

Kita dapat login ke console Proxmox lewat terminal menggunakan user root dan password yang kita tetapkan di atas tadi.











Login ke Proxmox 2.3

Web administrasi dapat kita akses menggunakan browser dengan alamat URL seperti tertera pada layar login console.

WebGUI Proxmox 2.3

Rabu, 29 Juni 2016

FITUR-FITUR DI MIKROTIK

FITUR-FITUR DI MIKROTIK



1. Address List : merupakan kumpulan kelompok IP Address yang berdasarkan nama.

2. Bridge : seperti namanya yang ini mempunyai fungsi untuk bridge spinning’tree dan multiple bridge interface bisa juga untuk bridging firewalling.

3. Data Rate Management
merupakan QoS yang memiliki dasar HTB yang menggunakan :
-burst
-PCQ
-RED
-SFQ
-FIFO queue
-CIR
-MIR
-limit antar peer to peer

4. Asynchronous : mempunyai dukungan untuk serial PPP dial-in atau dial-out, memiliki otentikasi CHAP, PAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius, dial on demand, modem pool hingga 128 ports.

5. Bonding : mengkombinsaikan beberapa ethernet dalam satu pipa pada koneksi yang sangat cepat.

DHCP: support DHCP tiap antarmuka
DHCP Relay
DHCP Client, multiple network DHCP
static and dynamic DHCP leases.
Monitoring penghitungan: mampu menghitung Traffic IP, log, statistik graph.

6. NTP : kepanjangan NTP adalah Network Time Protokol yang berguna didalam server dan clients atau bisa juga untuk mengsinkronisasi menggunakan GPS system.

7. Poin to Point Tunneling Protocol

Proxy : kemampuannya untuk Cache FTP dan HTTP proxy server, HTTPS proxy bisa juga untuk transparent proxy DNS dan HTTP, sangat support protokol SOCKS, parent proxy, static DNS.

8. Routing : Routing statik dan dinamik ; RIP v1/v2,OSPF v2,BGP v4.

9. SDSL : support Single Line DSL, mampu memutuskan suatu jalur koneksi dan jaringan, artinya kita berkuasa jika kita yang pegang settingan ini.

10. Simple Tunne l : Ethernet over IP.

11. SNMP : Simple Network Monitoring Protocol untuk read only.

12. Firewall dan NAT : support untuk filterisasi koneksi peer to peer, source NAT dan destination NAT. keunggulannya adalah kemampuannya dalam memfilter berdasarkan:
MAC address
IP address
range port
protokol IP
pemilihan opsi protokol seperti ICMP
TCP Flags dan MSS

13. Hotspot : bagian ini semua sudah tahu, didalamnya memiliki Hotspot gateway dengan otentikasi RADIUS. support untuk limit data, SSL ,HTTPS.

14. IPSec Fitur yang ada adalah :

-Protokol AH dan ESP untuk IPSec
-MODP Diffie Hellmann groups 1,2,5
-MD5 dan algoritma SHA1 hashing;
-mampu mengalogritma enkirpsi menggunakan DES, 3DES, AES-128, AES-192, AES-256;
-Perfect Forwarding Secresy (PFS) MODP groups 1, 2,5

15. ISDN : support untuk ISDN dial in dan dial out. dengan beberapa otentikasi dibawah ini :
PAP, CHAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius.
supporting 128K bundle, Cisco HDLC, x751, x75ui, x75bui line protokol.

16. M3P : merupakan MikroTik Protokol Paket Packer yang digunakan dalam wireless links dan ethernet.

17. MNDP : merupakan MikroTik Discovery Neighbour Protokol, seperti kebanyakan mempunyai dukungan untuk Cisco Discovery Protokol (CDP).

18. Tool : seperti pada umumnya sebuah router biasa, disini juga dapat test Ping, Trace route, bandwidth test, ping flood, telnet, SSH, packet sniffer, Dinamik DNS update.

19. VLAN : Mendukung Virtual LAN IEEE 802.1q untuk jaringan ethernet dan wireless; multiple VLAN; VLAN bridging.

20. WinBox : sebuah aplikasi untuk remote dan mengkonfigurasi MikroTik itu sendiri.


Dan ini juga tidak kalah pentingnya ya. . .

Apa itu Firewall ?

Apa itu Firewall?
 
Firewall adalah perangkat yang berfungsi untuk memeriksa dan menentukan paket data yang dapat keluar atau masuk dari sebuah jaringan. Dengan kemampuan tersebut maka firewall berperan dalam melindungi jaringan dari serangan yang berasal dari jaringan luar (outside network). Firewall mengimplementasikan packet filtering dan dengan demikian menyediakan fungsi keamanan yang digunakan untuk mengelola aliran data ke, dari dan melalui router. Sebagai contoh, firewall difungsikan untuk melindungi jaringan lokal (LAN) dari kemungkinan serangan yang datang dari Internet. Selain untuk melindungi jaringan, firewall juga difungsikan untuk melindungi komputer user atau host (host firewall).
Firewall digunakan sebagai sarana untuk mencegah atau meminimalkan risiko keamanan yang melekat dalam menghubungkan ke jaringan lain. Firewall jika dikonfigurasi dengan benar akan memainkan peran penting dalam penyebaran jaringan yang efisien dan infrastrure yang aman . MikroTik RouterOS memiliki implementasi firewall yang sangat kuat dengan fitur termasuk :
  • stateful packet inspection
  • Layer-7 protocol detection
  • peer-to-peer protocols filtering
  • traffic classification by:
  • source MAC address
  • IP addresses (network or list) and address types (broadcast, local, multicast, unicast)
  • port or port range
  • IP protocols
  • protocol options (ICMP type and code fields, TCP flags, IP options and MSS)
  • interface the packet arrived from or left through
  • internal flow and connection marks
  • DSCP byte
  • packet content
  • rate at which packets arrive and sequence numbers
  • packet size
  • packet arrival time
  • dll
Anda dapat mengakses Firewall Mikrotik via Winbox melalui menu IP --> Firewall
 
 
Firewall beroperasi dengan menggunakan aturan firewall. Setiap aturan terdiri dari dua bagian - matcher yang sesuai arus lalu lintas terhadap kondisi yang diberikan dan tindakan yang mendefinisikan apa yang harus dilakukan dengan paket yang cocok. Aturan firewall filtering dikelompokkan bersama dalam chain. Hal ini memungkinkan paket yang akan dicocokkan terhadap satu kriteria umum dalam satu chain, dan kemudian melewati untuk pengolahan terhadap beberapa kriteria umum lainnya untuk chain yang lain.
Misalnya paket harus cocok dengan alamat IP:port. Tentu saja, itu bisa dicapai dengan menambahkan beberapa rules dengan alamat IP:port yang sesuai menggunakan chain forward, tetapi cara yang lebih baik bisa menambahkan satu rule yang cocok dengan lalu lintas dari alamat IP tertentu, misalnya: filter firewall / ip add src-address = 1.1.1.2/32 jump-target = "mychain".
 
Ada tiga chain yang telah ditetapkan pada RouterOS Mikrotik :
  1. Input - digunakan untuk memproses paket memasuki router melalui salah satu interface dengan alamat IP tujuan yang merupakan salah satu alamat router. Chain input berguna untuk membatasi akses konfigurasi terhadap Router Mikrotik.
  2. Forward - digunakan untuk proses paket data yang melewati router.
  3. Output - digunakan untuk proses paket data yang berasal dari router dan meninggalkan melalui salah satu interface.
Ketika memproses chain, rule yang diambil dari chain dalam daftar urutan akan dieksekusi dari atas ke bawah. Jika paket cocok dengan kriteria aturan tersebut, maka tindakan tertentu dilakukan di atasnya, dan tidak ada lagi aturan yang diproses dalam chain. Jika paket tidak cocok dengan salah satu rule dalam chain, maka paket itu akan diterima.
Connection State (Status paket data yang melalui router).
  • Invalid : paket tidak dimiliki oleh koneksi apapun, tidak berguna.
  • New : paket yang merupakan pembuka sebuah koneksi/paket pertama dari sebuah koneksi.
  • Established : merupakan paket kelanjutan dari paket dengan status new.
  • Related : paket pembuka sebuah koneksi baru, tetapi masih berhubungan denga koneksi sebelumnya.

Action Filter Firewall RouterOS Mikrotik
Pada konfigurasi firewall mikrotik ada beberapa pilihan Action, diantaranya :
  • Accept : paket diterima dan tidak melanjutkan membaca baris berikutnya
  • Drop : menolak paket secara diam-diam (tidak mengirimkan pesan penolakan ICMP) 
  • Reject : menolak paket dan mengirimkan pesan penolakan ICMP
  • Jump : melompat ke chain lain yang ditentukan oleh nilai parameter jump-target
  • Tarpit : menolak, tetapi tetap menjaga TCP connection yang masuk (membalas dengan SYN/ACK untuk paket TCP SYN yang masuk)
  • Passthrough : mengabaikan rule ini dan menuju ke rule selanjutnya
  • log : menambahkan informasi paket data ke log 



Contoh Pengunaan Firewall pada Router Mikrotik 
Katakanlah jaringan pribadi kita adalah 192.168.0.0/24 dan publik (WAN) interface ether1. Kita akan mengatur firewall untuk memungkinkan koneksi ke router itu sendiri hanya dari jaringan lokal kita dan drop sisanya. Juga kita akan memungkinkan protokol ICMP pada interface apapun sehingga siapa pun dapat ping router kita dari internet. Berikut command nya :
  • /ip firewall filter add chain=input connection-state=invalid action=drop \ comment="Drop Invalid connections" add chain=input connection-state=established action=accept \ comment="Allow Established connections" add chain=input protocol=icmp action=accept \ comment="Allow ICMP" add chain=input src-address=192.168.0.0/24 action=accept \ in-interface=!ether1 add chain=input action=drop comment="Drop semuanya"

Sumber Referensi : http://mikrotikindo.blogspot.co.id/2013/03/belajar-mikrotik-dasar-firewall-mikrotik.html

Selasa, 28 Juni 2016

Install lamp di linuxmint

Install lamp di linuxmint

  • pengertian

LAMP adalah istilah yang merupakan singkatan dari Linux, Apache, MySQL dan Perl/PHP/Phyton. Merupakan sebuah paket perangkat lunak bebas yang digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi secara lengkap. Komponen-komponen dari LAMP: Linux sebagai sistem operasi.
  • Alat dan Bahan

  1. Laptop
  2. koneks
  3. terminal 
  • Cara Install :

1.ketik apt-get install apcahe2
2.apt get install php5 libapache2-mod-php5 (Y x2/enter terus)
3.ketik service apache2 restart
4.nano /var/www/test.php
   isi:
   <?php
   phpinfo();
   ?>
5.nano /var/www/html/test.php
 isi sama kyk diaatas
 6.apt-get install libapache2-mod-auth-mysql php5-mysql phpmyadmin (y)

7.plih apache2 (yes/enter),isi password 3x
8.retry jika tidak bisa ignore
9.nano /etc/php5/apache2/php.ini
10.cari hal 858 cek dengan  ctrl+c kemudian cari yang tulisan :
     ; ....or under UNIX:
     ;
     ;    extension=msql.so
     tanda petik extension=msql.so hilangkan kemudian CTRL+X(Y)
11.ketik apache2 restart
12,bagian akhir apt get install mariadb-server ini lah bagian setting passowrd)
13.masuk ke browser localhos/phpmyadmin (enter dan silahkan passowrd anda)



Senin, 27 Juni 2016

MANAGEMENT PROJECT

MANAGEMENT PROJECT
Management Project adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek. Management project meliputi :
1) Perencanaan
2) Pengorganisasian
3) Penggerakan
4) Pengendalian
1) Perencanaan
            Ada beberapa faktor yang sekiranya dapat menentukan keberhasilan proyek antara lain ketepatan memilih bentuk organisasi proyek, memilih pimpinan yang cakap, dan pembentukan tim proyek yang terintegrasi dan terorganisir. Berikut beberapa hal mengapa perencanaan proyek sangat penting :
  • Menghilangkan atau mengurangi ketidakpastian.
  • Efisiensi Operasi.
  • Mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang tujuan proyek.
  • Memberikan dasar bagi pekerjaan monitoring dan pengendalian.
2) Pengorganisasian
Pengorganisasian kerja dimaksudkan sebagai pengaturan atau koordinasi semua anggota dalam suatu kelompok agar proyek berjalan lancer. Dalam proses manajemen, organisasi berfungsi untuk :
  • menjamin terpeliharanya koordinasi dengan baik.
  • membantu pimpinannya dalam menggerakkan fungsi-fungsi manajemen.
  • mempersatukan pemikiran dari satuan organisasi yang lebih kecil yang berada di dalam kordinasinya.
  •  
     
3) Pergerakkan
Seorang pemimpin harus bias mengkondisikan kelompok kerjanya agar tidak terjadi salah faham antar anggota.
Berikut ini beberapa metoda mensukseskan “actuating” yang dikemukakan oleh George R. Terry, yaitu:
  • Hargailah seseorang apapun tugasnya sehingga ia merasa keberadaannya di dalam kelompok atau organisasi menjadi penting.
  • Instruksi yang dikeluarkan seorang pimpinan harus dibuat dengan mempertimbangkan adanya perbedaan individual dari pegawainya, hingga dapat dilaksanakan dengan tepat oleh pegawainya.
  • Perlu ada pedoman kerja yang jelas, singkat, mudah difahami dan dilaksanakan oleh pegawainya.
  • Dll.
4) Pengendalian
Pengendalian  diartikan sebagai kegiatan guna menjamin pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Ruang lingkup kegiatan controlling mencakup pengawasan atas seluruh aspek pelaksanaan rencana, antara lain adalah:
  • Produk pekerjaan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif
  • Seluruh sumber-sumber daya yang digunakan (manusia, uang , peralatan, bahan)
  • Prosedur dan cara kerjanya
  • Kebijaksanaan teknis yang diambil selama proses pencapaian sasaran 

Sabtu, 25 Juni 2016

MENGENAL IP ADDRESS

A. IP Address

- Adalah sistem pengalamatan setiap host yang terhubung ke jaringan
- Saat ini IP Address yang banyak digunakan adalah IP versi 4. (32 bits / 4 bytes) - 4,294,967,296 hosts
 
 

  • Pembagian Kelas IP
       IP Address dibagi menjadi 5 kelas, yaitu ; kelas A , kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Perbedaan dari tiap-tiap kelas terletak pada ukuran dan jumlahnya. Perhatikan penjelasan dibawah ini.
- Kelas A 
     IP ini biasa digunakan pada jaringan WAN, IP address berkisar antara 0 - 127, letak Net ID nya yaitu 1 bagian pertama dan subnet mask nya 255.0.0.0. Contoh : 8.254.168.24

- Kelas B
     IP ini biasa digunakan pada jaringan MAN, IP address bagian pertama antara 128 - 191, yang merupakan Net ID yaitu 2 bagian pertama dan subnet masknya 255.255.0.0. Contoh : 128.142.130.6

- Kelas C
    IP ini biasa digunakan pada jaringan LAN, IP address bagian pertama antara 192 - 223. Letak Net ID nya yaitu 3 bagian pertama dan subnet mask 255.255.255.0. Contoh : 192.168.1.10

- Kelas D
    IP ini lebih sering digunakan untuk multicasting, dalam multicasting tidak dikenal Net ID dan Host ID. IP bagian pertama antara 224 - 247.

- Kelas E
   IP ini digunakan untuk keperluan umum, dan IP bagian pertama antara 248 - 255.


digunakan untuk jaringan WAN, Ip address nya pada bagian pertama antara 0-127,  dan yang merupakan Net ID nya yaitu 1 bagian yang pertama. Subnet mask nya 255.0.0.0
Contoh: 8.254.129.11
- See more at: http://spynad.blogspot.co.id/2014/08/pengalamatan-ip-address-rancang-bangun.html#sthash.EUexMNta.dpuf

digunakan untuk jaringan WAN, Ip address nya pada bagian pertama antara 0-127,  dan yang merupakan Net ID nya yaitu 1 bagian yang pertama. Subnet mask nya 255.0.0.0
Contoh: 8.254.129.11
- See more at: http://spynad.blogspot.co.id/2014/08/pengalamatan-ip-address-rancang-bangun.html#sthash.EUexMNta.dpuf
digunakan untuk jaringan WAN, Ip address nya pada bagian pertama antara 0-127,  dan yang merupakan Net ID nya yaitu 1 bagian yang pertama. Subnet mask nya 255.0.0.0
Contoh: 8.254.129.11
- See more at: http://spynad.blogspot.co.id/2014/08/pengalamatan-ip-address-rancang-bangun.html#sthash.EUexMNta.dpuf
digunakan untuk jaringan WAN, Ip address nya pada bagian pertama antara 0-127,  dan yang merupakan Net ID nya yaitu 1 bagian yang pertama. Subnet mask nya 255.0.0.0
Contoh: 8.254.129.11
- See more at: http://spynad.blogspot.co.id/2014/08/pengalamatan-ip-address-rancang-bangun.html#sthash.EUexMNta.dpuf

B. Pengelompokan IP Address

- Pengelompokan IP Address dilakukan dengan subnet-ing. Subnet ….. 0 – 32
- Melambangkan jumlah IP dalam subnet tersebut dengan rumus 2(32-x) 
- Subnet 0 berarti semua 
- IP Address Subnet 32 berarti 1 IP Address

C. Subneting IP 

  • IP Subneting (contoh 1)
- Contoh: 192.168.0.0/24
Netmask : 255.255.255.0
Prefix : /24
IP Network : 192.168.0.0
First HostIP: 192.168.0.1
Last HostIP : 192.168.0.254
Broadcast : 192.168.0.255
HostIP : total IP di dalam Subnet (–) minus 2
  •  IP Subnetting (Contoh 2)
- Contoh: 192.168.0.0/25
Netmask : 255.255.255.128
Prefix : /25
IP Network : 192.168.0.0
First HostIP: 192.168.0.1
Last HostIP : 192.168.0.126
Broadcast : 192.168.0.127
HostIP : total IP di dalam Subnet (–) minus 2

 D. Perbedaan IP Static dan IP DHCP

          IP Static adalah IP yang bersifat permanen yang diberikan oleh pengguna secara manual. IP Dinamyc merupakan  IP yang mengatur dirinya sendiri atau selalu berubah. IP Dinamyc adalah IP yang bisa mendapat alamat IP secara otomatis yang diberikan oleh DHCP ( Dinamyc Host Configure Protocol).

Jumat, 24 Juni 2016

Pengertian dan Cara membuat kabel Straight dan Crossover

Pengertian Kabel Straight
Kabel straight ini merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya. Kabel straight ini berfungsi sebagai penghubung antara 2 device yang berbeda.

Agar anda tidak bingung dengan penggunaan dari kabel straight ini bisa kita lihat dengan contoh dibawah :
  1. Menghubungkan antara computer dengan switch
  2. Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
  3. Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
  4. Menghubungkan switch ke router
  5. Menghubungkan hub ke router

Pengertian Kabel Cross
Pada Kabel cross over, bisa kita berikan pengertian bahwa kabel ini merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung dua. dan fungsi dari Kabel cross ini digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama.

Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut :
  1. Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
  2. Menghubungkan 2 buah switch
  3. Menghubungkan 2 buah hub
  4. Menghubungkan switch dengan hub
  5. Menghubungkan komputer dengan router

Untuk membuat kabel UTP kita harus mempunyai alat-alat sebagai berikut :
  • Tank Crimping
  • Kabel UTP
  • Konektor RJ-45
  • Cable Tester


Tank Crimping

Tank krimping adalah alat untuk memotong kabel UTP dan untuk menjepit ujung konektor,dan ini sangat penting sekali bagi kita yang ingin belajar cara mengkrimping kabel,alat ini bentuknya hampir sama dengan Tank biasa yang sering kita lihat atau temui. Dan di bawah ini adalah gambar tank crimping :





Kabel UTP
Kabel UTP perlu kita gunakan untuk saling menyalurkan jaringan internet,dan di dalam kabel UTP ini di dalamnya ada 8 helai kabel kecil yang berwarna-warni,dan ini warna kabel kecil yang ada di dalam kabel UTP :




URUTAN-URUTAN KABEL UTP

Berikut ini adalah urutan pengabelan Straight :



Ujung A
1. Putih Orange
2. Orange
3. Putih Hijau
4. Biru
5. Putih Biru
6. Hijau
7. Putih Coklat
8. Coklat



Ujung B
1. Putih Orange
2. Orange
3. Putih Hijau
4. Biru
5. Putih Biru
6. Hijau
7. Putih Coklat
8. Coklat





Berikut ini adalah urutan pengabelan Cross :





Ujung A

1. Putih Orange
2. Orange
3. Putih Hijau
4. Biru
5. Putih Biru
6. Hijau
7. Putih Coklat
8. Coklat

Ujung B
1. Putih Hijau
2. Hijau
3. Putih Orange
4. Biru
5. Putih Biru
6. Orange
7. Putih Coklat
8. Coklat





Konektor

Konektor adalah peripheral yang kita pasang pada ujung kabel UTP tujuanya agar kabel dapat kita pasang pada port LAN.







Kita harus mempunyai konektor RJ-45 untuk dipasangkan pada ujung kabel UTP. dan alat ini sangat berguna sekali.


Cable Tester
Cable Tester adalah alat untuk menguji hasil krimpingan kita,tapi kalau krimpingan kita salah maka lampu di Cable Tester ini tidak akan menyala dan kalau hasil krimpingan kita sudah benar maka lampu di Cable Tester akan menyala dengan otomatis,jadi alat ini sangan berguna bagi kita untuk mengetahui hasil krimpingan kita,di bawah ini contoh gambar Cable Tester:







Praktek membuat kabel Straight


  • Kupas bagian ujung kabel UTP, kira-kira 2 cm
  • Buka pilinan kabel, luruskan dan urutankan kabel sesuai standar TIA/EIA 368B
  • Setelah urutannya sesuai standar, potong dan ratakan ujung kabel,
  • Masukan kabel yang sudah lurus dan sejajar tersebut ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua kabel posisinya sudah benar.
  • Lakukan crimping menggunakan crimping tools, tekan crimping tool dan pastikan semua pin (kuningan) pada konektor RJ-45 sudah “menggigit” tiap-tiap kabel.
  • Setelah selesai pada ujung yang satu, lakukan lagi pada ujung yang lain
  • Langkah terakhir adalah menge-cek kabel yang sudah kita buat tadi dengan menggunakan LAN tester, caranya masukan masing-masing ujung kabel (konektor RJ-45) ke masing2 port yang tersedia pada LAN tester, nyalakan dan pastikan semua lampu LED menyala sesuai dengan urutan kabel yang kita buat.
  • Dibawah ini adalah contoh ujung kabel UTP yang telah terpasang konektor RJ-45 dengan benar, selubung kabel (warna biru) ikut masuk kedalam konektor, urutan kabel dari kiri ke kanan (pada gambar dibawah ini urutan pin kabel dimulai dari atas ke bawah).









 

Kamis, 23 Juni 2016

MODEL OSI

Model OSI

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking:
sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).

Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.
Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
  • Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
  • Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
  • Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.
Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.
OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.
OSI Reference Model memiliki tujuh lapis, yakni sebagai berikut:
Lapisan ke- Nama lapisan Keterangan
7 Application layer Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
6 Presentation layer Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
5 Session layer Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4 Transport layer Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3 Network layer Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
2 Data-link layer Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
1 Physical layer Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
Diberdayakan oleh Blogger.
Hesti Tri.C - BLC Telkom © 2008 Template by:
SkinCorner
g
o
l
b
y
m
o
t
e
m
o
c
l
e
w